← Kembali
21 Januari 2019

Break the Things Down

Di beberapa tulisan sebelumnya, saya berbicara tentang tidak ingin lagi mengikuti arus dengan tidak setuju pada ungkapan go with the flow. Namun kemudian, i'm fucked up with life. The non-stream makes me comfort and crushes me at the same time. Mungkin karena saya terlalu mempertanyakan sesuatu. Overthinking pada sesuatu yang seharusnya tidak.

Di akhir tahun kemarin, suatu penyataan dari sebuah pesan Sol LeWitt kepada Eva Hesse yang dibacakan Benedict Cumberbatch kembali menguat di dalam pikiran saya: lakukan. Abaikan hal yang menggangu seseorang untuk melakukan sesuatu dengan cukup melakukan sesuatu karena banyak orang menunda untuk melakukan sesuatu dengan terlalu memikirkan banyak hal yang tak jarang membuat mereka malah tidak jadi melakukan hal tersebut.

Just do it. Saya setuju meski tidak sepenuhnya. Kenapa? Hal ini bertentangan dengan prinsip yang saya pegang: know the rules, play the game.

Sampai pada akhirnya, melalui musyawarah besar yang dilakukan dalam pikiran saya antara bagian-bagian dari diri saya dari masa lalu hingga sekarang, muncul suatu kesimpulan: saya perlu menyesuaikan beberapa hal yang mengatur jalannya hidup saya dengan kembali merujuk ke suatu visi. Dari visi tersebut, break it down menjadi beberapa poin. Pada suatu tahapan, mungkin just do it dapat saya terapkan di sini.

Mengenai overthinking, saya menyikapi ini mungkin bukan dengan tidak lagi terlalu berpikir tentang banyak hal tetapi lebih ke memformulasikan pertanyaan dengan lebih sesuai. Di buku How Think Like a Freak karya Steven D Levitt, ada satu bagian yang memaparkan bagaimana mengubah pertanyaan untuk memecahkan masalah yang sama dapat secara signifikan mengubah hasil. Namun, tentu saja hal ini tidak mudah.

Trial and error will always be happened. But, At the end of the day, Before it ends, We have to do something on this life.