Kepada Diriku yang Lain
Salam,
Ini adalah sebuah surat yang saya buat untuk mengingatkan diri saya sendiri, atau mungkin keturunan saya nantinya. Dalam surat ini, saya memanggil diri yang diingatkan ini sebagai diriku yang lain... Ini adalah hal yang normatif, setelah ini, diriku yang lain, kamu perlu berjuang lagi secara nyata dalam bidang dan minat yang sedang kamu perjuangkan...
Begini,
Tidak ada manusia yang baik seutuhnya...
Setiap dari kita memiliki sisi gelap...
Tapi menurut saya, hal ini bukan menjadi alasan untuk manusia tidak berusaha untuk menjadi baik...
Saya terpikir hal ini ketika beberapa dari teman yang saya kenal bicara, "ya mau gimana lagi, orang udah begini, mau diapain lagi." Iya. Saya setuju dalam suatu konteks. You'll never change what's been and gone. Kata Liam Gallagher di lagu Stop Crying Your Hearts Out. Tapi, ada hal yang masih bisa diubah. Kepribadian kita secara individu. Kepribadian bangsa kita secara nasional.
Maksud saya, kalau kita mewajarkan keadaan sekarang ini dan ga berbuat sesuatu untuk membaikan diri atau lingkungan kita, kita bakal gini-gini aja sampe kapan pun. Saya percaya usaha akan menghasilkan sesuatu. Kamu bisa berpikir sesekali kamu salah dalam melangkah, tapi pada akhirnya kamu belajar sesuatu dari situ.
Hal yang saya rasa perlu kita ingat selama dalam perjalanan di hidup ini adalah... lakukan hal yang kamu sukai dan lakukan itu secara jujur... kata Tom Delonge di lagu Rite of Spring... Dari kelas 10 SMA, saya sangat senang mempelajari komputer hingga akhirnya bisa kuliah S2 di bidang computer science. Saya tau kemampuan saya belum terlalu baik dan masih perlu banyak belajar, tapi ayolah, kita sama-sama belajar. Lakukan sesuatu hal berarti yang bisa kamu lakukan selama hidup.
Hal lainnya... jangan merugikan orang lain. Kamu tau, makna dari kalimat ini bisa luas. Ketika kamu berbuat sesuatu, saya selalu mengusahakan agar tidak merugikan orang lain. Berbuat sesuatu yang buruk apalagi hingga memiliki musuh adalah hal yang paling saya hindari. Mungkin kita bisa salah dalam bersikap. Namanya juga manusia. Tapi jangan dijadikan alasan. Usahakan jangan menghina. Jangan memanggil nama orang dengan sebutan lain selain namanya. Panggilah orang lain dengan sebutan yang baik. Dari SD kelas 2, sewaktu di pengajian saya diajarkan untuk mulai tidak menggunakan kata-kata bego, goblok, tolol dan sejenisnya. "Bukan gitu, goblok..." tapi diganti jadi "Bukan gitu, tau..." Hal sederhana tapi ini cukup berdampak pada keadaan mental kita dan teman-teman...
Hal lainnya... setiap orang tumbuh dengan karakter berbeda, cobalah untuk pahami setiap perbedaan dari sudut pandang ketiga. Maksudku, kalian pasti telah, masih, dan akan bertemu dengan orang yang memiliki pemikiran, perasaan, dan cara tertentu untuk menunjukkan hal-hal tersebut. Bersifat dan bersikap. Kalian tau, menurut saya pribadi kedewasaan orang bukan ditentukan hanya dari usia atau dari banyaknya ucapan-ucapan bijaksana yang bisa ia pikirkan melainkan dari pemahaman ia tentang hakikat segala sesuatu baik dari manusia, dunia, bahkan agama dan ia masih menganggap apa yang ia pahami masih belum cukup. Ayolah, kita diberi hanya sedikit pengetahuan di dunia ini.
Hal lainnya... hargai orang lain. Saya selalu coba mengapresiasi karya teman-teman saya apalagi memang jika apa yang ia lakukan sangat baik. Saya selalu kagum dengan sahabat-sahabat saya yang memiliki suatu minat hingga menjadi bakat dan ia tekun dalam bidang tersebut. Penyampaiannya melalui etika yang baik. Tapi kamu mungkin juga pernah menemui orang yang sudah melakukan sesuatu yang jujur karena minatnya ke arah sana, tapi malah dikatakan pencitraan oleh sebagian orang. Ayolah, secara tidak sengaja kamu mencoba untuk membunuh jiwa para pelajar yang ingin mencoba untuk jadi lebih baik. Kalau pun ingin mengkritisi, dasari itu dengan alasan atau latar belakang yang jelas. Kamu juga tau kan, terkadang hanya pujian tak membantu seseorang untuk berkembang. Kritik memang perlu untuk memperbaiki diri, tapi coba sampaikan dengan cara yang baik. Bukankah kita ingin bangsa kita menjadi bangsa yang terpelajar?
Mungkin itu 4 hal yang bisa ingatkan kepada diri saya sendiri untuk bisa lebih baik dalam menjalani rangkaian kehidupan yang masih tersisa. Kamu tau, mungkin benar mencoba memahami tentang arti kehidupan adalah suatu hal yang naif. Tapi setidaknya kamu berusaha untuk melakukan sesuatu. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan perbedaan yang beragam. Mintalah kepada Allah supaya diberi pemahaman lebih tentang arti kehidupan ini. Di antara penciptaan langit dan bumi, terdapat tanda-tanda bagi mereka yang berpikir. Al-Imran 190.
Cobalah untuk mencintai jiwa yang tak terlihat dari kebaikan seseorang...
Cobalah untuk memahami kelembutan yang sedang dituturkannya...
Kita tak akan pernah bisa lepas dari keburukan...
Kita semua memiliki keburukan yang bersemayam, yang dapat keluar kapan pun...
Jangan dilawan, tapi cobalah untuk memahami keburukan itu...
Lakukan dialektika dengannya...
Mungkin dalam dialektika tersebut, malah kamu dapat bingung...
Bingung terhadap kehidupan...
Tapi menurutku, inilah makna dari belajar...
Kepada diriku yang lain,
Tenangkan pikiranmu meski badai sedang berada...
Kamu bisa tenggelam, tapi kamu masih punya pilihan untuk tetap hidup selama kamu tenggelam...
Kamu masih bisa menunggu ombak membawamu kepada langit yang dapat memberimu jawaban...
Kepada diriku yang lain,
Ingatlah bahwa kamu bukan orang baik, tapi kamu juga bukan orang buruk...
Kita adalah orang yang berusaha menjadi baik...
Seperti hakikat para filsuf yang enggan dibilang bahwa mereka adalah orang bijak, tapi mereka adalah orang yang mencintai kebijakan. Ketika ia sedang tidak bijak, mungkin ia hanya sedang lupa tentang cintanya tersebut. Kamu tau kan, terkadang cinta bisa terasa sangat jahat ketika dikecewakan. Tapi lagi-lagi, manusia bisa coba berusaha untuk memahami hal tersebut hingga mendapat jawaban untuk tenang kembali.
Aku harap kamu selalu bisa mendapat jawaban tersebut.
Tenanglah, dunia belum berakhir.
Banyak hal yang masih bisa dipelajari di hidup ini.
Dunia penuh rahasia yang dapat kita gali dalam bentuk pengetahuan dan pemahaman...
Bukankah itu menarik?
Kepada diriku yang lain,
Ingatkan aku jika lupa.
Sebagai penutup, aku ingin engkau mengingat perkataan Imam Ali bin Abi Thalib...
"Perhatikan pikiranmu karena akan menjadi kata-katamu. Perhatikan kata-katamu karena akan menjadi tindakanmu. Perhatikan tindakanmu karena akan menjadi kebiasaanmu. Perhatikan kebiasaanmu karena akan menjadi karaktermu. Dan perhatikan karaktermu karena akan menjadi nasibmu".
Salam.