← Kembali
2 Februari 2011

Pemikiran

Pemikiran biasanya datang dari pertanyaan atau pernyataan. Melalui pemikiran, orang dapat mencari jawaban atas pertanyaan dan pernyataan tersebut.

Di novel Sherlock Holmes berjudul A Study in Scarlet karya Sir Arthur Conan Doyle ada bagian di mana Shelock Holmes membuat satu tulisan yang diposting di koran. Ini sedikit tentang gambaran ilmu deduksinya.

BUKU KEHIDUPAN

Melalui setetes air, seorang ahli mantik atau logika dapat menduga apakah air itu berasal dari air laut Atlantik atau air terjun Niagara tanpa harus melihat sendiri air itu diambil dari mana ataupun mendengar dari mana air itu berasal. Jadi, seluruh kehidupan ini merupakan suatu mata rantai yang besar. Sifat dasarnya bisa dikenali apabila kita ditunjukkan dengan suatu kunci penghubung yang dapat menghubungkan satu sama lain. Seperti seni lainnya, ilmu deduksi dan analisis ini hanya dapat diperoleh dengan cara mempelajarinya dalam jangka waktu yang lama dan sabar, bukan karena kehidupan manusia yang panjang sehingga ia bisa mendapatkan kemungkinan untuk mencapai kesempurnaan yang tertinggi. Sebelum mengarah ke aspek mental dan moral yang merupakan sesuatu yang lebih sulit untuk dimengerti, saya akan memulai dengan membahas suatu hal yan paling mendasar, yang harus dikuasai seorang untuk mengetahui suatu hal. Misalkan, apabila bertemu dengan seseorang, dengan sekilas pandang belajarlah untuk mengetahui latar belakang dan profesi atau pekerjaannya. Hal-hal sepele kalau diperhatikan justru akan mempertajam pengamatan dan mengajarkan kepada kita mengenai apa yang kita cari. Kita bisa mengamati kuku, lengan baju, sepatu bot, celana bagian lutut, bagian kulit jari telunjuk dan jempol yang keras seta tebal, ekspresi wajah dan manset yang dikenakan seseorang. Melalui semua itu, profesi seseorang dapat diungkap dengan mudah. Semua hal itu bila disatukan dapat mengalahkan kemampuan seorang penyidik yang andal dalam kasus apa pun.

Di bagian novel ini ada bagian Ia berdebat dengan Dr. watson, sahabatnya. Di perdebatannya, Sherlock Holmes berbicara tentang gambaran loteng di pikirannya.

OTAK DAN LOTENG KECIL

Otak manusia itu ibaratnya loteng kecil. Kamu dapat menyimpan perabotanmu disana, sesuai dengan yang kamu pilih. Orang yang bodoh pasti akan memasukkan setiap perabotan rumah yang datang sehingga pengetahuan yang berguna jadi berdesak-desakkan dengan informasi yang lain. Atau mereka mencampuradukkan semua barang-barang sehingga sulit sekali untuk mengambil salah satunya apabila diperlukan. Seorang pekerja yang terampil pasti sangat berhati-hati memasukkan barang-barang ke loteng pikirannya. Ia hanya akan menyimpan barang-barang yang bisa membantu pekerjaannya. Tapi, barang-barang itu disimpan dalam jumlah dan macam yang beragam dan semuanya ditata dengan baik. Menurut saya, orang yang berpikir kalau ruangan kecil itu mempunyai dinding-dinding yang elastis dan dapat menggelembung sampai luas tertentu merupakan sesuatu yang salah. Berdasarkan hal itu, apabila setiap ada pengetahuan baru yang masuk maka kau akan melupakan pengetahuan lamamu yang tersimpan. Oleh sebab itu, yang terpenting adalah jangan membiarkan pengetahuan-pengetahuan yang baru menyingkirkan pengetahuan lain yang berguna bagimu.

Seharusnya kita dapat menata pikiran lebih baik. Karena dapat mengingat sesuatu pun bukan jaminan hal tersebut akan tersimpan selamanya. Misalnya seperti ketika seorang pelajar menghafal hafalan fisika, matematika, dan sejarah, meski bisa terhafal semuanya, belum tentu apa yang terhafal itu akan dapat diingat kembali beberapa waktu ke depan.

Maka dari itu terkadang apa yang teringat perlu dicatat.

Scripta manent verba volant, yang diucapkan akan berlalu bersama angin dan yang tertulis akan abadi. Kecuali jika tulisan tersebut dihapus.

Saya tertarik dengan para pendahulu dalam sejarah hidup manusia yang memiliki pemikiran yang menurut saya luar biasa dalam mengembangkan kemampuannya. Mungkin begitu, otak dan pikiran manusia itu tak memiliki batas kemampuan selama dapat menemukan cara mengembangkannya.

Seperti Bill Gates yang dikenal mengembangkan pemikirannya untuk mengembangkan Windows, Steve Jobs yang dikenal mengembangkan pemikirannya untuk mengembangkan Apple, dan Linus Torvald yang dikenal mengembangkan pemikirannya untuk mengembangkan Linux.

Para pendahulu yang hebat rata-rata adalah para pemikir luar biasa. Seperti Elon Musk yang dikenal dengan penerapan First Principle-nya.

Kurang lebih dapat dikatakan bahwa Elon Musk cenderung untuk mencari prinsip utama dari apa pun dibanding dengan membandingkan apa pun tersebut dengan segala yang sudah ada. Itu yang diajarkan di fisika. Sebenarnya, pencetus utamanya Aristoteles, tapi Elon Musk dapat menerapkan prinsip utama ini hingga salah satunya ia dapat mengembangkan perusahaan mobil listrik Tesla. Kabarnya ia berpikir tentang bagaimana cara membuat mobil listrik yang efisien. Ia langsung berpikir ke baterai kemudian berpikir ke bahan material pembuat baterai. Ia meriset sampai sejauh itu.

Hal yang menarik dalam produksi mobil adalah ketika Henry Ford membuat dan menjual mobil dengan harga yang relatif lebih murah dengan suatu model mobil supaya banyak orang dapat menggunakannya. Henry Ford merevolusi pemroduksian mobil. Saya melihat ini juga yang sedang dilakukan Elon Musk pada Tesla. Terlebih pada SpaceX, perusahaan yang sedang meriset roket supaya suatu saat penghuni Bumi dapat lebih mudah pergi ke Mars untuk mungkin membangun kehidupan di sana.

Saya pun berpikir mungkin memang semua hal di dunia ini pada dasarnya saling terkait. Ada benang merah yang menghubungkan ini semua. Kalau mau buka mata, kita bisa lihat bagian dari dunia yang belum pernah dilihat orang lain. Ilmu pengetahuan semakin berkembang, kemampuan berpikir mestinya ikut semakin berkembang. Banyak hal terus berubah setiap waktu.

Heraclitus pernah bilang bahwa tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Setiap orang pun pada dasarnya selalu berubah. Jika setiap bagian dari hidup kita sebagai karakter utama terdiri dari kumpulan film berdurasi dua jam, maka perubahan yang dialami karakter utama akan terjadi di pertengahan film saat konflik muncul. Pergolakan batin terjadi.

Mengenai perubahan, di Indonesia sendiri saya melihat perubahannya sudah sangat menarik terlihat. Banyak generasi milenials yang sudah menunjukan hasil dari proses perubahan yang mereka jalani. Dari industri hiburan ada Raditya Dika yang memiliki passion sangat tinggi dalam bidangnya hingga banyak melahirkan karya. Ia pun menurut saya salah satu orang yang entah secara sengaja atau tidak menerapkan first principle. Saya cukup mengikuti proses kreatifnya dalam mempelajari komedi. Ia belajar langsung dari beberapa Role Model yang ia pelajari. Kurang lebih Ia pernah bilang kita bisa mencuri teknik-teknik berkomedi dari kumpulan para komedian untuk kemudian meraciknya sendiri menjadi komedi kita sendiri. Ada juga Andovi Da Lopez dan Jovial Da Lopez yang kemudian ikut merevolusi dunia Youtube Indonesia. Latar belakang pendidikan yang kuat membuat mereka menurut saya dapat survive dan berkembang dengan sangat baik di dunia Youtube. Cukup banyak tokoh di tahun 2010-an ini yang menurut saya sedang semangat-semangatnya bergabung bekerja sama berkarya untuk diri sendiri dan orang lain mengikuti passion-nya sendiri hingga membuat perubahan yang berarti.

Perubahan berarti bukan hanya tentang dikenal orang lain. Menurut saya, perubahan bagi orang-orang di sekitar kita, dengan mencoba menjadi bermanfaat bagi mereka dan tidak merugikan pihak-pihak luar saja sudah sangat bagus. Atau mungkin, kita sama-sama terus belajar terlebih dulu untuk mengembangkan kemampuan diri sendiri terlebih dulu.

Saya menggambarkan ini seperti ketika Naruto berlatih dengan Jiraiya di luar desa terlebih dulu supaya menjadi lebih kuat sehingga dapat menjaga desa lebih baik saat ancaman datang. Begitu juga Luffy dalam serial One Piece yang ketika ia menyadari dirinya masih lemah, ia berlatih dengan Rayleigh sehingga dapat melanjutkan perjalanan lebih baik lagi ketika ancaman datang. Konflik pasti ada dan terus datang entah konflik pribadi atau umum, tapi kita memiliki pilihan untuk bergabung menyelesaikan konflik diri sendiri saja, konflik di sekitar lingkungan kita saja, atau sekalian konflik yang lebih besar entah tingkat provinsi, negara, atau dunia.

Salah satu yang menarik minat saya adalah Ridwan Kamil. Beliau merupakan salah satu contoh seseorang yang sebenarnya sudah mampu menyelesaikan konflik dirinya dan sekitar lingkungannya dengan menjadi orang sukses secara finansial dan keluarga, tapi ia kemudian terpanggil untuk berbuat sesuatu yang lebih untuk orang yang lebih banyak. Kini dapat dikatakan beliau adalah pemimpin di Bandung.

Masa depan di tangan pemuda. Karena, mungkin sudah banyak yang tau, generasi yang ada sekarang ini akan digantikan oleh generasi yang sekarang ini masih sedang belajar dan berkarya. Dari dulu hingga sekarang estafet pengetahuan dan perjuangan tetap berlangsung tak terlepas dari konflik dan yang menyertainya. Mengenai estafet pengetahuan, apa yang dibilang Isaac Newton mungkin dapat kita pelajari juga. Isaac Newton pernah bilang, "Jika Aku dapat melihat lebih jauh, hal itu karena Aku berdiri di atas pundak para raksasa."

Secara sederhana mungkin dapat diartikan setiap orang yang berusaha menemukan kebenaran biasanya bersumber dari penemuan-penemuan sebelumnya. Carl Sagan bahkan pernah membuat pernyataaan kontemplatif yang berbunyi jika kita ingin membuat Kue Pie Apel dari yang sangat dasar maka kita perlu membuat alam semesta terlebih dulu. Maksudnya mungkin, jika mau buat kue dari dasarnya kita bisa menggunakan apel, terigu, telur dan lainnya. Tapi jika kita ingin membuat kue dari yang paling dasar maka kita perlu membuat apel, terigu, telurnya juga. Terus hingga ke kausa prima atau penyebab yang paling awal. Dalam first principle, mungkin pemikiran pembuatan kue apel sampai ke apel apa yang paling sesuai untuk kue pie apel, berapa proporsi bahan-bahan pembuatnya, telur apa yang mungkin bisa digunakan lagi supaya rasanya lebih enak. Hal-hal di dunia.

Dari apa yang telah saya tulis, mungkin dapat dipahami bahwa segala sesuatu itu mempunyai pola, bahkan benang kusut sekali pun. Kalau kita mau memeras otak pasti akan ketemu jawaban yang logis. Kata Detective Conan begitu. Apa pun yang terasa ribet semestinya pasti ada penyelesaiannya. Hati yang gelisah pun kalau bisa menyadari pola permasalahan dan menanganinya pun bisa lebih tenang.

Selama kita mau berusaha lebih untuk berpikir dan mengusahakannya. Bagi saya, kemampuan berpikir adalah sesuatu yang menarik untuk dikembangkan.