← Kembali
3 November 2022

Sudah itu Mati

Waktu itu aku diberikan kertas bertuliskan, "hidup". Aku tidak mengerti apa arti tulisan itu. Aku ingin buang. Sekarang. Namun rasanya belum waktunya. Kata orangtuaku, simpan saja dulu. Nanti juga hilang sendiri jika sudah waktunya. Aku simpan di lemari. Namun baru tadi pagi aku cari kembali, kertas itu hilang. Aku bertanya pada ayah, beliau tidak tau. Ibu pun begitu. Di kelas hari ini aku mengikuti pelajaran dengan tatapan kosong, semua siswa memegang kertas dengan tulisan "hidup". Namun tidak denganku. Aku kehilangan kertas itu. Meski masih bisa bernapas, aku kehilangan "hidup" sebelum waktunya. Di jam istirahat ini, semua siswa bermain namun aku hanya duduk di tempatku sambil mendengar lagu dari Coldplay. Viva La Vida. Live the Life. Aku kesal. Bagaimana aku hidup jika aku tidak tau apa artinya? Ditambah aku kehilangan kertas itu tadi pagi. Aku kepikiran untuk cek gunain GPT-3. Yang aku tau, GPT-3 adalah model kecerdasan buatan utk natural language processing yg bisa mengolah bahasa manusia ke hal yang sudah dilatih. Bahkan Yuval Noah Harari mencoba GPT-3 di penduhuluan cetakan terkahir bukunya yang berjudul Sapien. Aku iseng saja. Aku cuma ingin menemukan kertasku lagi. Aku ingin mengetahui arti hidup dari situ. Karena di zaman ini, di tempat ini, aku hidup sendiri bersama robot kecerdasan buatan. Untuk apa cerdas jika tidak hidup? Di film The Truman Show, Jim Carrey nunjukkin, apa artinya semua yang kita jalani ini? Di dunia nyata setelah dia dapat fame dan hampir semua yang diperluin malah mempertanyakan ulang tentang hidup. Sebagian orang bilang merasa bahagia jika bisa bermanfaat bagi orang lain. Lainnya berkata yang lain.

"Bangun, ka." Ah, adik saya membangunkan. Saya coba tulis mimpi saya di story ig saja. Barangkali, teman-teman yang masih menyimpan kertas hidup bisa lebih menjaganya. Ya sudah, saya mau lanjutin hidup saya lagi. Kertas saya masih ada ko di sini. Di... Bentar. Eh, ilang juga. Saya cari dulu. Terakhir, saya ingin nutup dengan kata-katanya Chairil Anwar: Sekali berarti sudah itu mati.

Selamat malam.

"De, liat kertas kaka di lemari ga?"

"Udah dibuang, kirain sampah."